Tank Israel Kembali Kepung Gaza Saat Gencatan Senjata Usai

Tank Israel Kepung Gaza menyebabkan kericuhan kembali terjadi pada saat gencatan yang di lakukan oleh negara ini telah usai.

Tank-Israel-Kembali-Kepung-Gaza-Saat-Gencatan-Senjata-Usai

Masyarakat yang masih tinggal di daerah Gaza sudah merasa hampir bahagia karena pada saat itu mereka sudah selesai menerima gancatan senjata dari negara Israel. Gaza adalah sebuah wilayah yang berada di bawah kendali Hamas. Sebuah gerakan perlawanan Palestina yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan beberapa negara lain. Israel dan Hamas telah berperang berkali-kali sejak tahun 2006. Dengan korban jiwa dan kerusakan yang besar di kedua belah pihak.

Salah satu perang terakhir yang terjadi antara Israel dan Hamas adalah pada tahun 2023. Yang disebut sebagai Operasi Batu Karang oleh Israel. Perang ini dimulai pada tanggal 6 Oktober 2023. Ketika Israel melancarkan serangan udara ke Gaza sebagai balasan atas roket-roket yang ditembakkan oleh Hamas. Serangan udara ini menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak, dan menghancurkan infrastruktur dan fasilitas sipil di Gaza.

Pada tanggal 27 Oktober 2023, Israel memulai fase kedua dari operasi tersebut, yaitu serangan darat ke Gaza. Israel mengerahkan ribuan tentara dan ratusan tank untuk menyerbu Gaza dari timur. Utara, dan selatan. Israel mengklaim bahwa tujuan serangan darat ini adalah untuk menghancurkan terowongan-terowongan bawah tanah yang digunakan oleh Hamas untuk menyelundupkan senjata dan pejuang.

Salah satu tempat yang menjadi sasaran serangan darat Israel adalah Rumah Sakit Indonesia. Yang berada di Beit Lahiya, Gaza utara. Rumah sakit ini adalah sebuah fasilitas kesehatan yang dibangun oleh Indonesia untuk membantu masyarakat Gaza yang membutuhkan perawatan medis. Rumah sakit ini juga menjadi tempat berlindung bagi ratusan orang yang mengungsi dari serangan Israel.

Tank Israel Kepung Gaza Makan Korban

Tindakan keji Israel terhadap warga Palestina menyebabkan berbagai komentar dan berbagai negara yang muali angkat bicara. Bahkan tindakan yang satu ini membuat beberapa negara mulai marah dengan berhenti menggunakan berbagai produk dari salah satau negara tersebut.

Hari ini Gaza adalah sebuah wilayah yang berada di bawah kendali Hamas. Sebuah gerakan perlawanan Palestina yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan beberapa negara lain. Israel dan Hamas telah berperang berkali-kali sejak tahun 2006. Dengan korban jiwa dan kerusakan yang besar di kedua belah pihak.

Pada tanggal 4 Desember 2023, tank-tank Israel mengepung sebuah rumah sakit di Gaza bagian utara dan sedikitnya 12 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Indonesia. Yang merupakan sebuah fasilitas kesehatan yang dibangun oleh Indonesia untuk membantu masyarakat Gaza yang membutuhkan perawatan medis. Rumah sakit ini juga menjadi tempat berlindung bagi ratusan orang yang mengungsi dari serangan Israel ViewNewz.

Pendapat Saksi Mata Pada Saat Kejadian

Menurut saksi mata, tank Israel kepung Palestina menembaki rumah sakit tersebut dengan artileri dan meriam. Dan menghalangi ambulans dan bantuan kemanusiaan untuk mencapai rumah sakit. Serangan ini mendapat kecaman keras dari pemerintah Indonesia dan komunitas internasional. Yang menganggapnya sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.

Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer Israel yang bernama Operasi Batu Karang. Yang dimulai pada tanggal 6 Oktober 2023, sebagai balasan atas roket-roket yang ditembakkan oleh Hamas. Operasi ini melibatkan serangan udara dan darat ke Gaza. Yang bertujuan untuk menghancurkan terowongan-terowongan bawah tanah yang digunakan oleh Hamas untuk menyelundupkan senjata dan pejuang.

Sejak operasi ini dimulai, sedikitnya 13.000 warga Palestina telah terbunuh, termasuk paling sedikit 5.500 anak-anak. Akibat pengeboman dan serangan udara tanpa henti oleh Israel, menurut pemerintah Gaza. Sementara itu, menurut Israel, sekitar 1.200 warganya, sebagian besar adalah warga sipil. Tewas dalam serangan Hamas, yang dianggap sebagai hari paling mematikan dalam 75 tahun sejarah Israel.

Bahkan israel juga sudah sering memberikan gencatan seperti itu contoh nya. Pada tanggal 29 Oktober 2023, tank-tank Israel mengepung Rumah Sakit Indonesia dan melakukan tembakan artileri yang menewaskan 12 orang. Termasuk tiga relawan asal Indonesia. Tank-tank Israel juga menghalangi ambulans dan bantuan kemanusiaan untuk mencapai rumah sakit. Serangan ini mendapat kecaman keras dari pemerintah Indonesia dan komunitas internasional. Yang menganggapnya sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional. Itulah ulasan seputar tank Israel yang mengepung Gaza.

Tindakan PBB Terhadap Tindakan Israel Kepung Gaza Dengan Tank

Tindakan Israel ini merupakan bagian dari operasi militer yang bernama Operasi Batu Karang. Yang dimulai pada tanggal 6 Oktober 2023, sebagai balasan atas roket-roket yang ditembakkan oleh Hamas. Operasi ini melibatkan serangan udara dan darat ke Gaza. Yang bertujuan untuk menghancurkan terowongan-terowongan bawah tanah yang digunakan oleh Hamas untuk menyelundupkan senjata dan pejuang. Tindakan PBB terhadap tindakan Israel yang mengepung Gaza dengan tank adalah sebagai berikut:

Mengkritik Keras Tindakan Israel

• PBB menegaskan bahwa pengepungan total yang dilakukan Israel terhadap Jalur Gaza dilarang berdasarkan hukum internasional. PBB menyebut pengepungan total akan merampas pasokan penting bagi warga sipil Jalur Gaza untuk bisa bertahan hidup. PBB juga mengatakan bahwa pengenaan pengepungan yang membahayakan nyawa warga sipil dengan merampas barang-barang penting bagi kelangsungan hidup mereka dilarang berdasarkan hukum kemanusiaan internasional.

• PBB mengkritik Israel yang menyerang Rumah Sakit Indonesia, yang berada di Beit Lahiya. Gaza utara, dengan tank dan artileri, yang menewaskan 12 orang, termasuk tiga relawan asal Indonesia. Anggota PBB menganggap serangan ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional. PBB juga menuntut Israel untuk menghentikan serangan-serangan yang tidak proporsional dan tidak membedakan antara target militer dan sipil.

PBB Membantu Pengungsian Warga Palestina

• PBB mengadakan sidang darurat Dewan Keamanan untuk membahas serangan Israel di Gaza dan melakukan pemungutan suara atas rancangan resolusi tentang konflik Israel-Palestina. Rancangan resolusi ini menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza, penghentian semua tindakan kekerasan dan provokasi, serta perlindungan bagi warga sipil dan fasilitas kemanusiaan. Namun, rancangan resolusi ini ditolak oleh Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama Israel, dengan menggunakan hak veto.

• PBB melalui UNWRA (Badan PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina) terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza yang terdampak oleh serangan Israel. UNWRA telah melindungi 137.500 warga yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak di 83 lokasi sekolah dari total 288 sekolah di wilayah tersebut. UNWRA juga telah mendistribusikan makanan, air, obat-obatan, dan bahan-bahan kebersihan kepada warga yang membutuhkannya.

Hukuman Yang Di Dapatkan Israel Akibat Tindakan Kepada Palestina

Israel belum mendapatkan hukuman yang pasti akibat tindakan-tindakannya terhadap Palestina. Namun, Israel telah mendapat banyak kecaman dan kritik dari berbagai pihak, seperti PBB, negara-negara Islam, organisasi hak asasi manusia, dan masyarakat internasional. Beberapa tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia adalah:

  • Menyerang warga sipil Palestina dengan tank, artileri, dan serangan udara, yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
  • Mengepung Gaza dengan memutus aliran listrik, air, dan bantuan kemanusiaan, yang menyebabkan krisis kemanusiaan dan kesehatan bagi penduduk Gaza. Menyerang fasilitas kemanusiaan, seperti Rumah Sakit Indonesia, yang berada di Gaza utara, yang menewaskan 12 orang, termasuk tiga relawan asal Indonesia.
  • Melakukan hukuman kolektif terhadap penduduk sipil Gaza, yang merupakan kejahatan perang.

Baca Juga : Israel Bombardir Gaza Netanyahu Hentikan Perundingan Dengan Hamas

Upaya PBB Terhadap Tindakan Israel

Beberapa upaya yang dilakukan oleh PBB untuk menghukum Israel adalah:

  • Menegaskan bahwa pengepungan total yang dilakukan Israel terhadap Gaza dilarang berdasarkan hukum internasional dan menyerukan penghentian semua tindakan kekerasan dan provokasi
  • Mengkritik Israel yang menyerang Rumah Sakit Indonesia dan menuntut Israel untuk menghentikan serangan-serangan yang tidak proporsional dan tidak membedakan antara target militer dan sipil
  • Mengadakan sidang darurat Dewan Keamanan untuk membahas serangan Israel di Gaza dan melakukan pemungutan suara atas rancangan resolusi tentang konflik Israel-Palestina. Namun, rancangan resolusi ini ditolak oleh Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama Israel, dengan menggunakan hak veto.
  • Melalui UNWRA (Badan PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina) terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza yang terdampak oleh serangan Israel scroll viewport.io.

Similar Posts

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *