Negara-negara Lain Akan Terlibat Pertikaian Israel-Hamas

Saat ini Dunia Berguncang oleh serangan kelompok Hamas-Israel. Rentetan serangan balasan Israel, dan perkiraan invasi darat Israel ke Jalur Gaza.

Negara-negara-Lain-Akan-Terlibat-Pertikaian-Israel-Hamas

Kami telah menerima ratusan pertanyaan Anda tentang konflik Israel-Palestina, dampaknya, dan bagaimana pertikaian itu akan berakhir? Banyak pula orang menanyakan apakah negara lain akan terlibat dalam perang tersebut?Koresponden kami, yang sebagian besar berada di wilayah tersebut, telah menjawab beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan di bawah ini.

Bisakah konflik ini memicu Perang Dunia Ketiga jika Iran dan AS ikut terlibat?Ketika ditanya tentang kemungkinan intervensi oleh Iran atau Hezbollah yang merupakan sekutu Iran di Lebanon, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjawab: “Jangan.”

Amerika baru saja mengerahkan dua gugus tempur kapal induk mereka ke Mediterania timur untuk mengirim pesan tegas kepada Iran agar tidak ikut campur. Mereka mengatakan bahwa jika ada yang melakukan intervensi, mereka harus memperhitungkan kekuatan militer Amerika, bukan hanya kekuatan Israel.

Salah satu garis pemisah utama di Timur Tengah adalah antara AS dan sekutunya, serta Iran dan sekutunya. Kedua belah pihak sadar akan risikonya. Jika perang ini berubah dari perang dingin menjadi perang panas, maka hal ini akan menyalakan ‘kebakaran besar’ di Timur Tengah yang mempunyai arti penting secara global.

Tujuan Israel Jika Melakukan Serangan Darat

Tujuan-Israel-Jika-Melakukan-Serangan-Darat

Dalam perang-perang di masa lalu, Israel bersumpah “memukul Hamas secara keras” dengan menghancurkan pusat-pusat kekuatan mereka yang menembakkan roket ke Israel – termasuk jaringan terowongan bawah tanah yang luas.

Kali ini berbeda. Israel bersumpah “menghancurkan Hamas” – sebuah organisasi yang menurut mereka harus dilenyapkan, seperti kelompok ISIS. Israel mempunyai kekuatan militer untuk menghancurkan infrastruktur Hamas, menghancurkan terowongannya, dan melumpuhkan jaringan komando dan kontrolnya.

Namun masih tidak jelas, seberapa banyak informasi yang diketahui oleh Israel tentang apa yang akan menunggu mereka jika masuk ke wilayah Gaza. Kelihaian militer Hamas, termasuk pemahaman terperinci mengenai keamanan Israel yang memungkinkan mereka mengakali pertahanan Israel yang tangguh, telah mengejutkan warga Israel.

Hamas kemungkinan besar akan memiliki kecanggihan yang sama ketika menghadapi Israel, yang mereka tahu akan merespons dengan ganas.

Berbeda dengan kelompok ISIS, Hamas jmerupakan organisasi politik dan sosial yang tertanam dalam masyarakat Palestina. Serangan militer dapat menghancurkan logam dan betonnya, namun keberanian orang-orang yang rela mati hanya akan menguatkan tekad mereka.

Baca Juga: Rusia Siagakan Rudal Antar Benua Raksasa Yars 

Tujuan Hamas Melakukan Serangan ke Israel

Tujuan-Hamas-Melakukan-Serangan-ke-Israel

Alasan yang disampaikan juru bicara Hamas, Mohammed Al-Deif, adalah bahwa “sudah cukup [tidak dapat ditoleransi lagi]”. Serangan itu, katanya, adalah respons atas tindakan Israel yang disebut Hamas sebagai provokasi dan penghinaan terus-menerus terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Para analis yakin mungkin ada alasan lain yang tidak diungkapkan. Sebelum serangan itu, Israel dan Arab Saudi sedang dalam proses menormalisasi hubungan mereka. Hal ini ditentang oleh Hamas dan pendukungnya, Iran. Saudi kini telah menghentikan perundingan tersebut. Namun pimpinan Hamas juga memperhatikan perpecahan di antara masyarakat Israel akibat reformasi peradilan yang digagas pemerintahan sayap kanan Benjamin Netanyahu.

Mereka bermaksud memberikan pukulan yang menyakitkan kepada Israel – dan mereka berhasil.

Mengapa Mesir Sebagai Negara Islam Menutup Pintu Perbatasan Dengan Gaza

Mengapa-Mesir-Sebagai-Negara-Islam-Menutup-Pintu-Perbatasan-Dengan-Gaza

Islam adalah sebuah keyakinan tetapi itu tidak serta merta melampaui politik keamanan nasional.

Saya yakin jutaan Muslim Mesir ingin meringankan penderitaan warga sipil di Gaza. Namun pemerintah Mesir, bahkan di masa tenang, tidak mengizinkan akses rutin dari Gaza melalui pintu perbatasan Rafah. Mesir telah menjadi mitra Israel dalam versi awal pengepungan Gaza sejak Hamas mengambil alih wilayah tersebut pada tahun 2007.

Hamas berakar pada Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi yang didirikan di Mesir satu abad lalu. Ikhwanul Muslimin ingin membentuk kembali negara dan masyarakat sejalan dengan ajaran dan keyakinan Islam. Militer Mesir menentang keinginan itu. Mereka menggulingkan presiden Muslim terpilih pada tahun 2013.

Rezim Mesir saat ini mempunyai hubungan dengan Hamas, dan di masa lalu menjadi penghubung antara Hamas dan Israel. Namun mereka tidak menginginkan masuknya pengungsi Palestina. Kamp-kamp di Gaza masih terus berdiri selama 75 tahun untuk menampung para pengungsi. Mereka dipaksa keluar oleh Israel yang baru saja merdeka saat itu dan tidak pernah diizinkan pulang.

Hamas Melakukan Kejahatan Perang

Hamas-Melakukan-Kejahatan-Perang

Israel tidak menganggap berperang dengan Hamas sebelum tanggal 7 Oktober, meskipun konflik sebelumnya telah berlangsung bertahun-tahun.

Bagi Israel, ini adalah tindakan terorisme, bukan perang. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mencari keadilan dengan caranya sendiri dan telah membunuh setidaknya dua komandan Hamas yang dianggap bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut pembantaian.

Tidak diragukan lagi mereka akan berusaha membunuh lebih banyak orang lagi. Beragam pertanyaan mungkin muncul tentang kepemimpinan politik organisasi tersebut (Hamas) – yang tinggal di Qatar dan Libanon – yang, menurut beberapa orang, tidak mengetahui rencana sayap militer untuk menyerang wilayah Israel.

PBB Mengintervensi Serangan Udara Israel di Gaza

PBB-Mengintervensi-Serangan-Udara-Israel-di-Gaza

Pantauan ViewNewz, Alasan utama mengapa banyak negara tidak mendesak Israel untuk menghentikan serangan udaranya adalah karena mereka menerima bahwa Israel telah diserang oleh Hamas dan mempunyai hak untuk membela diri. Yang mereka dorong untuk dibatasi adalah tentang cara Israel dalam mempertahankan diri mereka.

PBB telah mendesak Israel untuk menghindari jatuhnya korban sipil. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan beberapa hari yang lalu: “Hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia harus dihormati dan ditegakkan; warga sipil harus dilindungi dan juga jangan pernah dijadikan tameng.”

Israel berkeras bahwa pesawat tempur dan artileri mereka menyerang sasaran Hamas di Gaza. Namun banyak warga sipil yang terbunuh dan terluka dalam serangan tersebut. Pihak Palestina mengatakan hal itu terjadi karena serangan Israel berlebihan dan tidak pandang bulu. Israel mengatakan hal itu terjadi karena Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Militer Israel, Dengan Kemampuan Intelijen Dan Pengawasannya, Tidak Mendeteksi Serangan Hamas

Militer-Israel,-Dengan-Kemampuan-Intelijen-Dan-Pengawasannya,-Tidak-Mendeteksi-Serangan-Hamas

Yolande Knell, koresponden Timur Tengah BBC, di Yerusalem, mengatakan: Pada masa lalu, militer Israel telah mengungkap kepada para jurnalis mengenai kecanggihan pusat kendali mereka dalam melakukan pengawasan wilayah Gaza. Saat itu, jelas bahwa Israel memiliki informasi aktual yang sangat baik mengenai pergerakan di lapangan baik dari drone dan kamera lainnya.

Israel juga memiliki jaringan informan yang luas. Kita melihat pada pertempuran Mei lalu dengan kelompok Jihad Islam, betapa akuratnya informasi Israel mengenai keberadaan para militan terkemuka.

Dalam penjelasannya, para pejabat militer Israel mengakui bahwa telah terjadi kegagalan besar intelijen dan keamanan dalam mengantisipasi serangan mematikan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Hamas. Namun, kita dapat mengandalkan fakta bahwa Israel memiliki daftar target di kelompok Hamas yang akurat yang akan mereka kejar segera setelah melakukan invasi darat.

Libanon Ikut Terlibat, Seberapa Besar Kekuatan Hizbullah Dibandingkan Hamas

Libanon-Ikut-Terlibat,-Seberapa-Besar-Kekuatan-Hizbullah-Dibandingkan-Hamas

Hugo Bachega, melaporkan dari Libanon selatan, mengatakan: Hizbullah – sebuah gerakan militer, politik, dan sosial di Libanon – telah lama dipandang oleh Israel sebagai kekuatan yang lebih tangguh daripada Hamas.

Kelompok bersenjata lengkap yang didukung Iran ini diperkirakan memiliki 130.000 roket dan rudal, menurut lembaga kajian Center for Strategic and International Studies. Sebagian besar persenjataan mereka adalah roket-roket artileri berukuran kecil dan tidak terarah yang dapat dibawa manusia.

Namun senjata mereka juga mencakup rudal anti-pesawat dan anti-kapal, serta peluru kendali yang mampu menyerang jauh di dalam wilayah Israel. Ini jauh lebih canggih dibandingkan apa yang dimiliki Hamas.

Pemimpin Hizbullah mengklaim memiliki 100.000 personel, meskipun perkiraan independen bervariasi antara 20.000 dan 50.000 personel. Banyak di antara mereka yang terlatih dan tangguh dalam pertempuran, serta pernah ikut serta dalam perang saudara di Suriah. Sebagai perbandingan, Hamas diperkirakan memiliki 30.000 personel, menurut Israel.

Yang Akan Terjadi Pada Gaza

Yang-Akan-Terjadi-Pada-Gaza

Paul Adams, koresponden urusan dunia BBC, menjawab: Israel mengatakan mereka hanya ingin melenyapkan Hamas dan tidak ada alasan untuk menduduki kembali wilayah yang telah mereka tinggalkan hampir 20 tahun lalu.

Beberapa anggota kelompok sayap kanan di Israel mungkin ingin melakukan hal tersebut. Namun pendudukan wilayah itu dari tahun 1967 hingga 2005 memakan banyak biaya dan tidak populer. Israel tidak ingin kembali menjadi penguasa bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang marah.

Tentu saja, peringatan Israel kepada warga Palestina untuk meninggalkan rumah mereka menimbulkan ketakutan di Jalur Gaza bahwa Israel. Mempunyai agenda tersembunyi yang dapat mengakibatkan terulangnya kejadian tahun 1948. Kejadian itu disebut oleh orang Palestina disebut sebagai al-Nakba, atau Malapetaka, ketika ratusan ribu warga Palestina mengungsi atau diusir dari rumah mereka.

Mengenai solusi pasca-konflik, saat ini tampaknya masih jauh dari kenyataan. Seorang mantan perwira militer Israel mengatakan dia berharap Israel, negara-negara Teluk dan komunitas internasional akan bersatu untuk membangun kembali Gaza.

Dan ada pembicaraan untuk mengembalikan kekuasaan kepada Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat, yang terpaksa meninggalkan Gaza setelah bentrokan singkat dan berdarah dengan Hamas pada tahun 2007. Dilihat dari kehancuran yang disebabkan oleh pemboman Israel, membangun kembali Gaza akan menjadi tugas yang sangat besar scroll viewport.io

Similar Posts

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *