Pimpinan Hamas Sebut Israel Dalam Masa Isolasi Politik

Pemimpin Hamas yaitu Ismail Haniyeh menyebutkan bahwa Israel kini tengah mengalami “isolasi politik yang mana belum pernah terjadi sebelumnya”. Dalam komentar yang di mana sampaikan satu hari usai Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Yang setuju tentang resolusi menuntut gencatan senjata segera pada perang yang terjadi di Gaza VIEWNEWZ.

Pimpinan-Hamas-Sebut-Israel-Dalam-Masa-Isolasi-Politik

Pada hari Rabu (27/3/2024), komentar bos Hamas tersebut di sampaikan ketika dirinya berkunjung ke Iran. Tepatnya yaitu setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hossein Amir-Abdollahian pada hari Selasa (26/3) di waktu setempat. “Walaupun resolusi ini datang terlambat dan mungkin saja ada sejumlah kesenjangan yang perlu untuk di atasi. Resolusi tersebut juga menunjukkan bahwa pendudukan Israel tengah mengalami isolasi politik yang mana belum pernah terjadi sebelumnya”. Ungkap Haniyeh di dalam konferensi pers yang di lakukan di Teheran.

14 Negara Dukung Resolusi Dari Dewan Keamanan PBB

Pimpinan-Hamas-Sebut-Israel-Sedang-Dalam-Masa-Isolasi-Politik

Resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut juga di dukung oleh 14 negara anggota serta Amerika Serikat (AS). Yang adalah sekutu Israel juga mempunyai hak veto dan memberikan suara abstain. Suara abstain dari AS tersebut meloloskan resolusi dari Dewan Keamanan PBB yang mana menuntut gencatan senjata untuk pertama kalinya. Semenjak perang berkecamuk pada Jalur Gaza di bulan Oktober tahun lalu.

Israel marah kepada AS atas keputusan dari sekutunya tidak memakai hak veto terhadap resolusi itu. Haniyeh di dalam komentarnya juga menyebut bahwa Israel sudah “kehilangan pelindung politik serta perlindungan bahkan pada Dewan Keamanan (PBB)”. Dan juga bahwa “AS tidak dapat memaksakan kehendaknya di komunitas internasional”.

Baca Juga : Prabowo Mendapatkan Ucapan Selamat Dari Presiden Amerika

“Entitas Zionis tidak berhasil dalam mencapai tujuan militer ataupun strategisnya (usai lebih dari lima bulan berperang)”. Kata Haniyeh dalam pernyataannya. Haniyeh serta delegasi Palestina yang berkunjung ke daerah Teheran juga bertemu bersama pemimpin tertinggi Iran yaitu Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam pertemuan tersebut, sang pemimpin Iran memuji “perlawanan unik dari pasukan Palestina” terhadap “kejahatan serta kebrutalan dari rezim Zionis. Yang mana di lakukan dengan dukungan penuh dari Barat”. Juga “Republik Islam Iran tidak akan merasa ragu untuk mendukung perjuangan dari Palestina serta rakyat Gaza yang di tindas”. Kata Khamenei pada pertemuan dengan Haniyeh.

Kunjungan Haniyeh tersebut jadi kunjungan kedua ke Teheran semenjak kelompok yang di dukung oleh Iran itu melancarkan serangan yang mengejutkan. Tentunya terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober tahun lalu, yang mana memicu perang pada Jalur Gaza. Haniyeh terakhir kali juga mengunjungi Iran di awal bulan November tahun lalu. Ketika dia bertemu dengan Khamenei dan para pejabat Iran yang lain scroll-viewport.io.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *