Netanyahu Menyampaikan Israel Harus Kontrol Perbatasan Gaza Dan Mesir

Netanyahu Tentang Perbatasan Gaza kepada seluruh  bagian dari rencananya untuk membangun zona penyangga di Jalur Gaza yang di kuasai dan dikontrol oleh Israel. Zona penyangga ini akan di bangun di antara Jalur Gaza dan Mesir, di sepanjang poros Philadelphi, yang merupakan daerah perbatasan sempit yang memanjang 14 kilometer.

Netanyahu-Menyampaikan-Israel-Harus-Kontrol-Perbatasan-Gaza-Dan-Mesir

Netanyahu menolak menyerahkan kontrol atas Gaza ke Otoritas Palestina, yang saat ini mengelola wilayah otonom di Tepi Barat yang di duduki Israel. Belum ada komentar resmi dari Mesir, yang merupakan negara tetangga Gaza, terkait rencana Netanyahu ini. Mesir sendiri telah berperan sebagai mediator dalam upaya gencatan senjata antara Hamas dan Israel, yang telah berlangsung sejak 7 November 2023. Mesir juga telah membuka perbatasannya dengan Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis.

Kondisi Perbatasan Gaza Dan Mesir Saat Ini

Rafah adalah satu-satunya titik penyeberangan dari Gaza ke Mesir, yang tidak di kontrol oleh Israel. Perbatasan ini memiliki sejarah yang panjang dan rumit, dan seringkali di buka dan di tutup sesuai dengan situasi keamanan dan politik. Mesir memainkan peran kunci dalam pembatasan di perbatasan Rafah, karena menganggap Hamas sebagai kelompok teroris. Mesir juga berperan sebagai mediator dalam upaya gencatan senjata antara Hamas dan Israel, yang telah berlangsung sejak 7 November 2023.

Usaha Gaza Dalam Mempertahankan Perbatasan Mesir

Usaha-Gaza-Dalam-Mempertahankan-Perbatasan-Mesir1

Gaza berusaha untuk mempertahankan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir, yang menjadi sumber utama bagi warga Gaza untuk mendapatkan barang-barang penting, seperti makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan senjata. Terowongan ini juga menjadi sarana untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis dari Mesir.

Gaza berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan Mesir, yang merupakan negara tetangga dan mediator utama dalam konflik antara Hamas dan Israel. Mereka menghormati kebijakan dan kepentingan Mesir dalam menjaga perbatasan Rafah, dan berkoordinasi dengan pihak berwenang Mesir dalam hal pembukaan dan penutupan perbatasan. Gaza berusaha untuk menghadapi ancaman dan serangan dari Israel, yang sering kali menargetkan perbatasan Rafah dan terowongan bawah tanah. Gaza menggunakan roket dan mortir untuk membalas serangan Israel, dan mengandalkan sistem pertahanan udara buatan sendiri untuk menangkal serangan udara Israel.

Alasan Israel Ingin Merebut Daerah Perbatasan Gaza

Netanyahu ingin menghancurkan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir, yang menjadi sumber utama bagi warga Gaza untuk mendapatkan barang-barang penting. Mereka ingin mencegah Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza mendapatkan dukungan dan bantuan dari Mesir dan negara-negara Arab lainnya. Netanyahu menganggap Hamas sebagai kelompok teroris yang ingin menghancurkan Israel dan mengklaim hak atas wilayah Palestina.

Usaha Israel Dalam Merebut Daerah Perbatasan Gaza

Israel melakukan serangan udara dan invasi darat ke Jalur Gaza, dengan tujuan untuk menghancurkan terowongan bawah tanah yang digunakan oleh Hamas untuk mendapatkan senjata dan bantuan dari Mesir. Israel juga ingin menguasai wilayah selatan dan perbatasan di sekitar Gaza, serta mengusir warga sipil yang menempatinya.

Mereka menggunakan teknologi canggih dan kekuatan militer yang superior untuk menghadapi pejuang Hamas, yang lebih bergantung pada roket dan mortir buatan sendiri. Netanyahu juga memiliki sistem pertahanan udara Iron Dome, yang bisa menangkal serangan roket dari Gaza. Israel mendapat dukungan politik dan bantuan militer dari Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama dan pendukung Israel. AS menyediakan senjata, amunisi, dan dana untuk Israel. Serta menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk melindungi Israel dari resolusi yang mengutuk aksinya di Gaza.

Posisi Amerika Serikat (AS) dalam konflik Israel-Palestina adalah sebagai sekutu utama dan pendukung Israel, tetapi juga sebagai mediator dan broker perdamaian antara kedua belah pihak. AS memiliki pengaruh besar dalam politik dan keamanan Timur Tengah. Dan sering kali menggunakan kekuatan dan sumber dayanya untuk membantu Israel dalam menghadapi ancaman dan tantangan dari Palestina dan negara-negara Arab lainnya.

Namun, posisi AS dalam konflik Israel-Palestina juga mengalami perubahan dan kontradiksi seiring dengan pergantian pemerintahan dan kebijakan luar negerinya. Misalnya, di bawah pemerintahan Donald Trump, AS sangat pro-Israel dan mengambil langkah-langkah yang kontroversial. Seperti mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memindahkan kedutaan besarnya ke sana. Menghentikan bantuan kepada Palestina, dan mendukung perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab.

Beragam Kejadian Di Perbatasan Gaza dan Mesir

Beragam-Kejadian-Di-Perbatasan-Gaza-dan-Mesir

Beragam kejadian di perbatasan Gaza dan Mesir adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar daerah perbatasan Rafah, yang merupakan satu-satunya titik penyeberangan dari Gaza ke Mesir, yang tidak di kontrol oleh Israel. Berikut ini adalah beberapa contoh kejadian yang terjadi di perbatasan Gaza dan Mesir yang telah di rangkum View Newz:

  • Pada 7 Oktober 2023, Netanyahu menyuruh kepada seluruh militernya melancarkan serangan udara dan invasi darat ke Jalur Gaza, dengan tujuan untuk menghancurkan terowongan bawah tanah yang digunakan oleh Hamas untuk mendapatkan senjata dan bantuan dari Mesir. Serangan ini juga menargetkan perbatasan Rafah dan mengganggu jalur penyeberangan perbatasani.
  • Pada 21 Oktober 2023, Mesir mengirimkan 20 truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah. Bantuan ini di peruntukkan bagi para korban perang Israel-Hamas. Ini merupakan gelombang pertama dari total 400 truk bantuan yang di rencanakan oleh Mesir.
  • Pada 1 November 2023, Mesir membuka perbatasan Rafah untuk mengevakuasi warga Gaza dan warga asing yang terluka akibat konflik Israel-Hamas. Sebanyak 500 orang di perkirakan meninggalkan Gaza melalui perbatasan ini. Ini merupakan momen perdana evakuasi warga Gaza ke Mesir sejak konflik meletus.
  • Pada 7 November 2023, Mesir berhasil menengahi gencatan senjata antara Hamas dan Israel, yang berlangsung hingga saat ini. Gencatan senjata ini di harapkan dapat mengakhiri pertumpahan darah dan penderitaan di Jalur Gaza, serta membuka jalan bagi dialog dan perdamaian antara kedua belah pihak.

Kondisi Warga Gaza Saat Ini

Kondisi warga Gaza saat ini adalah sangat memprihatinkan dan menderita akibat konflik antara Israel dan Hamas, yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Berikut ini adalah beberapa fakta tentang kondisi warga Gaza saat ini:

  1. Menurut Badan PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina (UNRWA). Sekitar 85% dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi dari rumah mereka akibat serangan Israel. Banyak rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur lainnya yang hancur atau rusak para.
  2. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sekitar 212 warga Palestina, termasuk 61 anak-anak, telah tewas di Gaza sejak konflik di mulai. Sekitar 1.500 warga Palestina terluka, banyak di antaranya mengalami luka bakar, patah tulang, dan trauma psikologis.
  3. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), krisis kesehatan di Gaza semakin parah, karena kurangnya obat-obatan, peralatan medis, tenaga kesehatan, dan listrik. Banyak rumah sakit yang tidak dapat beroperasi atau menampung pasien, termasuk Rumah Sakit Al-Shifa, yang terpaksa dikosongkan oleh Israel.
  4. Menurut Program Pangan Dunia (WFP). Krisis pangan di Gaza juga semakin mendesak, karena kurangnya pasokan makanan, air bersih, dan bahan bakar. Banyak warga Gaza yang mengalami kelaparan, dehidrasi, dan penyakit akibat kekurangan gizi dan sanitasi.

Buat kalian yang ingin mendapatkan berabgai informasi seperti ini maka kalian bisa klik link yang satu ini scroll viewport.io

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *