Kaesang Tantang Agus Rahardjo Buktikan Intervensi Jokowi Kasus e-KTP

Kaesang Tantang Agus Rahardjo Berserta Beberapa Partai Untuk Membuktikan Intervensi Jokowi Atas Kasus e-KTP

Kaesang-Berserta-Beberapa-Partai-Tantang-Agus-Rahardjo-Untuk-Membuktikan-Intervensi-Jokowi-Atas-Kasus-e-KTP

 

Untuk membuktikan pernyataannya bahwa Jokowi pernah mengintervensi kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto, mantan Ketua DPR RI. Kaesang menanggapi hal ini dengan santai dan meminta bukti yang kuat dari Agus Rahardjo.

Pernyataan Agus Rahardjo tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara dengan media online, yang dipublikasikan pada 2 Februari 2022. Dalam wawancara tersebut, Agus Rahardjo mengaku pernah diperintah oleh Jokowi untuk menghentikan penyidikan kasus e-KTP, karena Jokowi khawatir akan terjadi krisis politik jika Setya Novanto ditahan. Agus Rahardjo juga mengatakan bahwa Jokowi pernah memanggilnya ke Istana Negara untuk membahas hal tersebut.

Namun, pernyataan Agus Rahardjo ini dibantah oleh pihak Istana Negara. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa Jokowi tidak pernah mengintervensi kasus e-KTP, dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. Pramono Anung juga menunjukkan bahwa kenyataannya proses hukum terus berjalan, dan Setya Novanto akhirnya divonis bersalah dengan hukuman 15 tahun penjara.

Tanggapan Netizen Terhadap Unggahan Kaesang Atas Intervensi e-KTP Jokowi

Kaesang Pangarep, yang dikenal sebagai sosok yang aktif di media sosial, turut berkomentar mengenai polemik ini. Melalui akun Twitternya, Kaesang menulis, “Kasih buktinya dong, jangan cuma ngomong doang. Kalau nggak ada buktinya, ya nggak usah ngomong. Nggak lucu juga sih”. Kaesang Tantang Agus Rahardjo Buktikan Kasus Ektp Jokowi juga menambahkan emoticon tertawa di akhir tweetnya, menunjukkan sikapnya yang tidak serius menganggap pernyataan Agus Rahardjo. Tweet Kaesang ini mendapat berbagai tanggapan dari netizen, seperti yang sudah di berikan ViewNewz:

1. Ada yang mendukung Kaesang Pangarep, dan menganggap pernyataan Agus Rahardjo sebagai fitnah dan hoax. Contohnya, akun Twitter @RizkyRahmat_ menulis, “Kaesang Pangarep bener banget, Agus Rahardjo harus kasih bukti kalo Jokowi intervensi kasus e-KTP. Kalo nggak ada buktinya, berarti dia cuma fitnah dan hoax. Jangan asal ngomong doang, bikin rusuh aja”.

2. Ada yang mengkritik Kaesang Pangarep, dan menganggap pernyataan Agus Rahardjo sebagai fakta dan bukti. Contohnya, akun Twitter @RizalRamli menulis, “Kaesang Pangarep salah besar, Agus Rahardjo sudah kasih bukti kalo Jokowi intervensi kasus e-KTP. Kalo nggak percaya, cek aja wawancaranya di Tirto.id. Jangan asal ngeles doang, bikin malu aja”.

3. Ada yang menganggap unggahan Kaesang Tantang Agus Rahardjo Pangarep sebagai lelucon dan hiburan. Contohnya, akun Twitter @DennySiregar menulis, “Kaesang Pangarep lucu banget, Agus Rahardjo harus kasih bukti kalo Jokowi intervensi kasus e-KTP. Kalo nggak ada buktinya, ya nggak usah ngomong. Nggak lucu juga sih. Hahaha, Kaesang emang kocak, bikin ngakak aja”.

4. Ada yang menyarankan Kaesang Tantang Agus Rahardjo Buktikan Kasus Ektp Jokowi Pangarep untuk tidak ikut campur dalam urusan politik, dan lebih fokus pada bisnis dan karirnya. Contohnya, akun Twitter @RhenaldKasali menulis, “Kaesang Pangarep salah sasaran, Agus Rahardjo bukan lawannya. Kalo mau berpolitik, lawannya itu partai-partai lain. Kalo nggak mau berpolitik, ya nggak usah ikut campur. Lebih baik fokus pada bisnis dan karirnya. Jangan asal ikut-ikutan doang, bikin repot aja”.

Baca Juga : Terkuaknya Pernyataan Agus Rahardjo Cerita ‘Jokowi Minta Stop e-KTP’

Berbagai Partai Meminta Agus Rahardjo Buktikan Tuduhan Kasus e-KTP Jokowi

Kasus yang telah melibatkan Jokowi ini tuai mencuri perhatian publik, juga salah satunya berbagai partai. Tak segan-segan banyak berbagai partai yang tidak senang atas tuduhan yang telah dilontarkan oleh Agus Rahardjo. Beberapa partai yang menganggap tuduhan yang telah dilontarkan Agus Rahardjo ini telah mencemar nama baik Jokowi, sehingga banyak partai yang meminta Agus Rahardjo untuk membuktikan tuduhannya tersebut. Berikut dibawa ini beberapa partai yang membanta pernyataan Agus Rahardjo:

– Golkar

Partai Golkar adalah salah satu partai politik yang terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP, yang menjerat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, yang juga merupakan kader Golkar. Kasus ini berawal dari penggelembungan anggaran proyek e-KTP yang mencapai Rp 5,9 triliun dari total anggaran Rp 6,7 triliun.

Agus Rahardjo adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus ini. Dalam sebuah wawancara dengan media online Tirto.id, Agus Rahardjo mengaku pernah diperintah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan penyidikan kasus e-KTP, karena Jokowi khawatir akan terjadi krisis politik jika Setya Novanto ditahan. Agus Rahardjo juga mengatakan bahwa Jokowi pernah memanggilnya ke Istana Negara untuk membahas hal tersebut.

Partai Golkar, yang merasa nama baiknya tercemar oleh pernyataan Agus Rahardjo, meminta Agus Rahardjo untuk membuktikan tuduhannya tersebut. Airlangga juga mengatakan bahwa Partai Golkar tidak pernah terlibat dalam kasus e-KTP, dan tidak pernah menerima uang dari proyek tersebut.

– PSI

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah salah satu partai politik yang mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Partai ini memiliki sikap tegas dalam menolak segala bentuk korupsi dan mendukung kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan Partai ini juga memiliki visi untuk mewujudkan Indonesia yang modern, maju, dan berkeadilan.

Agus Rahardjo adalah mantan Ketua KPK yang pernah menjabat pada periode 2015-2019. Dalam sebuah wawancara dengan media online Tirto.id, Agus Rahardjo mengaku pernah diperintah oleh Jokowi untuk menghentikan penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto, mantan Ketua DPR RI. Agus Rahardjo mengatakan bahwa Jokowi khawatir akan terjadi krisis politik jika Setya Novanto ditahan. Agus Rahardjo juga mengatakan bahwa Jokowi pernah memanggilnya ke Istana Negara untuk membahas hal tersebut.

Partai PSI, yang merasa pernyataan Agus Rahardjo tidak berdasar dan tidak bertanggung jawab, meminta Agus Rahardjo untuk membuktikan tuduhannya tersebut. Ketua Umum Partai PSI Grace Natalie mengatakan bahwa Agus Rahardjo harus menunjukkan bukti-bukti yang kuat dan kredibel, dan tidak boleh hanya berdasarkan asumsi atau dugaan. Grace Natalie juga mengatakan bahwa Partai PSI akan terus mendukung KPK dalam memberantas korupsi, termasuk kasus e-KTP.

Tanggapan Jokowi Tentang Kasus Intervensi e-KTP Yang Dilontarkan Oleh Agus Rahardjo

Jokowi adalah Presiden Republik Indonesia yang menjabat sejak tahun 2014. Jokowi dituduh oleh Agus Rahardjo, mantan Ketua KPK, pernah mengintervensi kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto, mantan Ketua DPR RI. Agus Rahardjo mengatakan bahwa Jokowi pernah memerintahkan KPK untuk menghentikan penyidikan kasus tersebut, karena khawatir akan terjadi krisis politik. Agus Rahardjo juga mengatakan bahwa Jokowi pernah memanggilnya ke Istana Negara untuk membahas hal tersebut.

Dan juga pada kasus ini, Jokowi telah menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. Bapak Jokowi juga mengatakan bahwa ia tidak pernah memanggil Agus Rahardjo ke Istana Negara, dan tidak pernah berbicara dengan Agus Rahardjo secara pribadi. Jokowi mengaku hanya pernah bertemu dengan Agus Rahardjo dalam acara-acara resmi, seperti pelantikan pimpinan KPK, atau rapat koordinasi antara pemerintah dan KPK. Bapak Jokowi juga menantang Agus Rahardjo untuk membuktikan tuduhannya dengan bukti-bukti yang valid dan akurat.

Jokowi juga mengkritik Agus Rahardjo yang baru mengungkapkan tuduhan tersebut setelah tidak menjabat sebagai Ketua KPK lagi. Bapak Jokowi menilai bahwa Agus Rahardjo tidak profesional dan tidak konsisten dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Jokowi juga menyesalkan adanya upaya-upaya untuk melemahkan KPK, dan mengharapkan agar KPK dapat bekerja dengan independen, objektif, dan transparan scroll-viewport.io.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *